Kamis, 16 Juni 2016

100 Lagu Klasik Terbaik Sepanjang Masa Versi Top 100

100 Lagu Klasik Terbaik Sepanjang Masa Versi Top 100

  1. Mass In B Minor – Johann Sebastian Bach
  2. Symphony No. 9 in D minor “Choral” – Ludwig Van Beethoven
  3. Der Ring des Nibelungen – Richard Wagner
  4. Don Giovanni – Wolfgang Amadeus Mozart
  5. String Quartet No. 14 in C sharp minor – Ludwig Van Beethoven
  6. St Matthew’s Passion – Johann Sebastian Bach
  7. Tristan und Isolde – Richard Wagner
  8. Symphony No. 41 in C major “Jupiter” – Wolfgang Amadeus Mozart
  9. Piano Concerto No. 20 in D minor – Wolfgang Amadeus Mozart
  10. Well-Tempered Clavier – Johann Sebastian Bach
  11. Rite of Spring – Igor Stravinsky
  12. Symphony No. 3 in E flat major “Eroica” – Ludwig Van Beethoven
  13. Aida – Giuseppe Verdi
  14. Piano Concerto No. 5 in E flat major “Emperor” – Ludwig Van Beethoven
  15. Otello – Giuseppe Verdi
  16. Piano Sonata No. 23 in F minor “Appassionata” – Ludwig Van Beethoven
  17. The Marriage of Figaro – Wolfgang Amadeus Moz
  18. Symphony No.9 in E minor “From the New World” – Antonin Dvorák
  19.  Winterreise – Franz Schubert
  20. Symphony No. 6 in F major “Pastorale” – Ludwig Van Beethoven
  21. Passacaglia and Fugue in C minor – Johann Sebastian Bach
  22. Symphony No. 40 in G minor – Wolfgang Amadeus Mozart
  23. Piano Concerto in A minor – Robert Schumann
  24. The Nutcracker – Peter Ilitch Tchaikovsky
  25. Clarinet Quintet in A major “Stadler” – Wolfgang Amadeus Mozart
  26. Pictures at an Exhibition – Modest Mussorgsky (orch. by Maurice Ravel)
  27. Clarinet Quintet in B minor – Johannes Brahms
  28. Piano Sonata in B minor – Franz Liszt
  29. Symphonie Fantastique – Hector Berlioz
  30. The Goldberg Variations – Johann Sebastian Bach
  31. A Midsummer Night’s Dream – Felix Mendelssohn
  32. Violin Concerto in E minor – Felix Mendelssohn
  33. Symphony No. 9 in C major “The Great” – Franz Schubert
  34. Cello Concerto in B minor – Antonin Dvorák
  35. The Four Seasons – Antonio Vivaldi
  36. Petrouchka – Igor Stravinsky
  37. Violin Concerto in D major – Ludwig Van Beethoven
  38. La Boheme – Giacomo Puccini
  39. Piano Concerto No. 1 in B flat minor – Peter Ilitch Tchaikovsky
  40. Piano Sonata No. 21 in B flat – Franz Schubert
  41. Messa Da Requiem – Giuseppe Verdi
  42. Piano Sonata No. 14 in C sharp minor “Moonlight” – Ludwig VanBeethoven
  43. Till Eulenspiegel – Richard Strauss
  44. Symphony No. 8 in B minor “Unfinished” – Franz Schubert
  45. Missa Solemnis – Ludwig Van Beethoven
  46. Symphony No. 5 in C sharp minor – Gustav Mahler
  47. Symphony No. 2 in D minor – Jean Sibelius
  48. La Mer – Claude Debussy
  49. Preludes – Frederic Chopin
  50. Water Music – George Frideric Handel
  51. Violin Concerto in D major – Johannes Brahms
  52. Symphony No. 10 in E minor – Dmitri Shostakovich
  53. String Quartet No. 15 in A minor – Ludwig van Beethoven
  54. String Quartet No. 13 in B flat major and Grosse Fugue – Ludwig vanBeethoven
  55. Also Sprach Zarathustra – Richard Strauss
  56. Violin Partita No. 2 in D minor – Johann Sebastian Bach
  57. Madama Butterfly – Giacomo Puccini
  58. String Quartet No. 14 in D minor “Death & the Maiden” – Franz Schubert
  59. Piano Concerto in A minor – Edvard Grieg
  60. Symphony No. 7 in A major – Ludwig Van Beethoven
  61. Ein Heldenleben – Richard Strauss
  62. Der Rosenkavalier – Richard Strauss
  63. Appalachian Spring – Aaron Copland
  64. Piano Concerto No. 4 in G major – Ludwig Van Beethoven
  65. Symphony No. 5 in D minor – Dmitri Shostakovich
  66. String Quintet No. 4 in G minor, K516 – Wolfgang Amadeus Mozart
  67. Parsifal – Richard Wagner
  68. Finlandia – Jean Sibelius
  69. Carmen – Georges Bizet
  70. Scheherazade – Nikolai Rimsky-Korsakov
  71. Polonaise No. 6 in A flat major “Heroic” – Frederic Chopin
  72. Symphony No. 2 in C minor “Resurrection” – Gustav Mahler
  73. Piano Sonata No. 32 in C minor – Ludwig Van Beethoven
  74. La Traviata – Giuseppe Verdi
  75. Piano Concerto No. 21 in C major – Wolfgang Amadeus Mozart
  76. Boris Godunov – Modest Mussorgsky
  77. Symphony No. 3 in F major – Johannes Brahms
  78. Concerto No. 24 in C minor – Wolfgang Amadeus Mozart
  79. Requiem – Wolfgang Amadeus Mozart
  80. Symphony No. 39 in E flat major – Wolfgang Amadeus Mozart
  81. The Creation – Franz Joseph Haydn
  82. Sleeping Beauty – Peter Ilitch Tchaikovsky
  83. Symphony No. 7 in E major – Anton Bruckner
  84. German Requiem – Johannes Brahms
  85. Symphony No. 4 in F minor – Peter Ilitch Tchaikovsky
  86. Symphony No. 1 in C minor – Johannes Brahms
  87. Piano Quintet in F minor – Johannes Brahms
  88. Serenade No. 13 in G major “Eine Kleine Nachtmusik” – Wolfgang Amadeus Mozart
  89. Romeo and Juliet – Peter Ilitch Tchaikovsky
  90. Concerto for Orchestra – Béla Bartók 106. String Quartet No. 12 in F major “American” – Antonin Dvorák
  91. String Quartet No. 19 in C major “Dissonance” – Wolfgang Amadeus Mozart
  92. Clarinet Concerto in A major – Wolfgang Amadeus Mozart
  93. Violin Concerto in D major – Peter Ilitch Tchaikovsky
  94. Concerto for 2 Violins in D minor – Johann Sebastian Bach
  95. Vespro della Beata Vergine (Vespers of 1610) – Claudio Monteverdi
  96. Symphony No. 4 in A major “Italian” – Felix Mendelssohn
  97. Missa Papae Marcelli – Giovanni Pierluigi da Palestrina
  98. Die Meistersinger – Richard Wagner
  99. Requiem Grande Messe des Morts – Hector Berlioz
  100. Symphony No. 4 in E flat major “Romantic” – Anton Bruckner

Musik Klasik Mozart Meracuni Otak Bayi

Musik Klasik Mozart Meracuni Otak Bayi


Belakangan, karena berbagai langkah penemuan mengenai perkembangan bayi pada tahap awal perkembangan hingga pada masa pertumbuhan dianjurkanlah berbagai tips stimulansia bagi kecerdasan anak. Salah satu yang sering digembar-gemborkan adalah penggunaan musik-musik klasik untuk merangsang sel-sel neuron pada janin. Alasannya, karena musik klasik dapat membuat perasaan bayi tersentuh sehingga akan mempengaruhi prilaku bayi dikemudian hari. Lalu bagaimana jika ternyata perilaku bayi tersebut setelah besar menjadi seorang yang tidak beradab? Kenapa demikian? Karena otaknya telah teracuni oleh gelombang suara dari Magic Flute orchestra Mozart. Mungkin ketika anda membaca pernyataan ini, seketika anda akan mengerutkan dahi dengan sedikit pertanyaan atau mosi tidak percaya yang besar, namun pengaruh satanik pada karya Mozart tidak dapat ditutup-tutupi lagi. Menurut psikolog perkembangan Harold I Kaplan, Benjamin J Sadock, dan Jack A Grebb, menstimulasi otak bayi bisa dilakukan sejak usia 18-20 minggu kehamilan. Oleh sebab itu, bayi yang belum lahir sekalipun mulai bereaksi terhadap rangsangan dari luar. Sementara berdasarkan teori psikogenesis, otak bayi melesat pada usia trimester kedua. Maka, bayi bisa mengingat situasi yang dialami oleh sang ibu. Contohnya, ibu kandung melakukan hal yang kurang baik saat hamil seperti berkata kasar. Maka, meski kelak si bayi tidak dirawat oleh ibu kandungnyadikarenakan sang ibu meninggal dia tetap bisa berkata kasar karena mengingat apa yang dilakukan ibunya selama mengandungnya.
1290699306174422605

Secara alamiah, saat bayi mendengar suara ibunya, maka denyut jantungnya bergerak aktif. Namun, begitu mendengar suara orang lain, ritme jantungnya melambat. Saat ritmenya menjadi aktif, bayi pun menyimpan kata-kata yang diucapkan oleh sang ibu dalam memorinya. Inilah yang disebut stimulasi kognitif. Pada saat ini pula perasaan emosional bayi mulai tumbuh, maka disinilah peluang untuk mulai menanamkan ideologi menyimpang pada penerus generasi kita dimulai, yaitu dengan mencekoki janin-janin dengan ritual masonik. Lingkungan tempat di mana bayi dibesarkan sangat mempengaruhi perkembangan otaknya. Pada tahun pertama dalam kehidupan bayi , sistem otak mulai terbentuk dengan cepat. Aktivitas otak sudah mulai membentuk hubungan elektrik yang sangat kecildan sering disebut sinapses dan beberapa rangsangan dapat menstimulasi sinapses ini. Hingga periode ini perlakuan memperdengarkan musik klasik dianjurkan, tak terkecuali dengan poera karya Mozart. Mungkin, pada saat bayi tumbuh menjadi balita ia adalah makhluk yang lucu dan menggemaskan. Segala kelakuan nakalnya dapat dimaklumi, namun bagaimana jika kelakuan nakal itu menjadi bom waktu yang siap menjadiHitler baru, Stalin baru dengan budaya radikalismenya ketika bayi telah menjadi makhluk dewasa? Karena memori atheisme atau komunisme telah tertanam layaknya sebuah chip yang ditanamkan pada otak bayi yang menjadi memori dasar seperti sebuah motherboard pada komputer. Sudikah anda jika anak anda menjadi pemuja setan atau berkelakuan sekejamHitler? Jika anda tidak ingin demikian, maka jauhkan telinga janin anda dari toksifikasi (peracunan) musik klasik semacam Magic Flute. Masonry telah menjadi salah satu fenomena paling menarik pada dua abad terakhir. Dengan mudah, Masonry menarik peminat karena karakternya yang tertutup, eksklusif, dan mistis. Berbagai indikasi Masonry telah terkorelasi dengan berbagai aktifitas, mulai dari pergerakan renassaince, propaganda Nazisme, ideologi komunisme ala Karl Marx yang pernah menggoyang Indonesia dengan pemberontakan 30 Septembernya hingga sentuhan musik para musisi, tak terkecuali Mozart. Suling Ajaib (Magic Flute/ Die Zauberflote) adalah sebuah opera dari sekian banyak karya komposer terkenal, Wolfgang AmadeusMozart. Mozart adalah seorang anggota Freemason sejak tahun 1784. Merupakan sebuah fakta yang diakui bahwa banyak bagian dari operanya mengandung pesan-pesan Masonik. Yang menarik, pesan-pesan Masonik ini sangat erat berhubungan dengan budaya masonik pada jaman Mesir Kuno. Suling ajaib dipengaruhi oleh filosofi illuminati. Kepercayaan illuminati beranggapan bahwa pendidikan umat manusia harus terus berkembang dari kekacauan doktrin agama yang bersifat takhayul. Gerakan mason sebagai illumination (pencerah) harus merubahnya dengan pencerahan yang rasionalistik melalui percobaan dan kesalahan (Try and error).Hasil akhir gerakan ini adalah membuat "Bumi sebagai suatu kerajaan surgawi, dan manusia sebagai dewanya.” Dalam artian mudah paham masonik menilai agama adalah omong kosong dan manusia adalah Tuhan yang sesungguhnya. Pesan ini secara implisit telah digambarkan juga dalam lagu John Lennon yang sering terdengar sebagai theme song bencana, yaitu lagu “Imagine.” Freemason menggunakan musik dalam upacara mereka dan mengadopsi pandangan humanis Rosseau tentang arti musik. LF Lenz menyebutkan dalam edisi kontemporer lagu Masonik“Tujuan musik dalam upacara-upacara Masonik adalah menyebarkan pikiran-pikiran yang baik dan kesatuan di antara anggotamasonry sehingga mereka mungkinbersatu dalam gagasan tak bersalah dan sukacita." Musik harus "menanamkan rasa kemanusiaan, kebijaksanaan dan kesabaran, kebajikan dan kejujuran, loyalitas kepada teman, dan akhirnya pemahaman tentang kebebasan." Pada kenyataannya hal ini adalah cikal-bakal komunisme dan atheisme yang justru telah menimbulkan petaka dalam sejarahnya. Lalu bagaimana mungkin komposisi musik dengan awal tiga ketukan ini kita suguhkan pada bayi-bayi kita yang masih bersih dan belum terkontaminasi radikalisme ideologi komunis?

129069946642457900

Pada dasarnya berbagai aktifitas suara dapat pula mempengaruhi darah, seperti yang pernah diungkapkan oleh sebuah penelitian dilakukan oleh pakar EFT untuk menunjukkan bagaimana kondisi darah manusia disaat normal, sedih, gembira, jatuh cinta dan saat berdoa. Dalam penelitian tersebut, sampel darah setelah berdoa berbeda sama sekali dengan yang lain, cairah darahnya sangat cerah, gerakan sel darah sangat tenang seakan bergerak dengan penuh kedamaian, muncul banyak substansi yang berkilauan. Lalu bagaimana jika manusia diperdengarkan gelombang suara untuk memuja setan atau menanamkan paham atheisme seperti opera milik Mozart pada bayi anda? Sedangkan rasa takut dan memikirkan kejadian menakutkan saja telah membuat sel-sel dalam darah bergerak tidak beraturan dengan sangat cepat.

Mozart dengan operanya bukanlah satu-satunya wujud toksifikasi ideologi pada manusia. Karya John Lennon atau bahkan yang terbaru adalah Josh Groban dengan album barunya “Illuminations” akan membawa pemahaman pencerahan model illuminati atheisme dalam note dan suspensi nada. Ada baiknya anda lebih mempercayakan doa dari bibir anda sebagai ibu atau yang terucap dari lidah istri anda daripada mempercayakan nasib bayi anda pada musik klasik Mozart yang akan membuat bayi anda mungkin menjadi Hitler baru atau Stalin generasi baru.


George Friedrich Handel



George Friedrich Händel (dalam bahasa Inggris ditulis George Frideric Handel), (lahir di Halle23 Februari 1685 – meninggal di London14 April 1759 pada umur 74 tahun) adalah sebuah seorang komponis musik Barok Jerman yang menghabiskan sebagian besar masa hidupnya diBritania Raya Dia dianggap sebagai pencipta terkemuka dalam musikconcerti grossiopera dan oratorio. Contoh karyanya yang terkenal adalah Water MusicFireworks Music dan oratorio Messiah Dia dianggap sangat berpengaruh bagi banyak komponis yang hidup sesudahnya, termasuk HaydnMozart, dan Beethoven.

Riwayat Hidup


Georg Friedrich Händel lahir di kota Halle pada 23 Februari 1685. Handel dilahirkan di tahun yang sama dengan J.S Bach yang juga sangat terkenal. Ayah Handel seorang ahli bedah dan tukang cukur, dia tidak suka anaknya belajar musik.Handel sendiri berpindah-pindah kota, baik dalam belajar maupun berkarir untuk mendapatkan kecukupan akan materi.Mulai dari Halle, HamburgItaliaInggris, Handel terus belajar dan dipengaruhi banyak komponis kelas dunia, salah satunya adalah Scarlati. 
Mula-mula ia belajar di Halle, kemudian ke Hamburg menekuni musik di bawah Zachow. Namanya segera terkenal setelah melakukan penampilannya di hadapan Kaisar dengan memainkan biola. Ia sangat bersemangat belajar oratorio dan musik konserto sehingga dia pergi ke Italia dan menciptakan Agrippina, dan oratorio La Resurrezione.[3]Kemudian ia kembali ke Jerman menjadi kapel master di Hanover. Pada tahun 1710 ia menerima undangan dari London untuk menulis sebuah opera dari ibukota kerajaaan Inggris lalu mencipta Rinaldo yang sangat sukses. Ia sangat produktif menciptakan oratorio.[3]
Sebagai penghormatan kenegaraan ia dimakamkan di salah satu sudut halaman gereja di London.

Aliran Musik dan Karya

Aliran Musik Handel dipandang kristiani walaupun kehidupannya rohaninya sering ditimbang secara duniawi. Handel menulis di Italia (di bawah pengaruh A. Scarlati) opera rohani II trionfo del tempo e del disianganno (Roma 1707) serta la resurezione (Roma 1708).
Handel dianggap piawai dalam karya-karyanya yang sakral, termasuk dalam karya-karyanya yang melibatkan unsur-unsur agama Kristen. Salah satu kutipan yang dia ucapkan dalam kelas:
Di London, Handel mengarang oratorio Inggris yang merupakan puncak oratorio BarokDeborah dan Athalia (1733), II Parnasso in festa (1734), Alexanderfest (1736), II Trionfo del tempi e della verita (versi dua 1737), Saul, Israel in Egypt (1739); L'Allegro (1740), serta Messiah(Dublin 1742, London 1743)
The Messiah memang ditulis untuk pementasan besar. Kor di sini memainkan peraan penting, di samping 16 aria terdapat 19 lagu besar untuk kor.Lagu kor ini melanjutkan tradisi kor Inggris (Purcell) ditambah dengan patos Perancis serta gaya kontrapung Jerman. LaguHalleluya yang terkenal kaya dalam bentuk dan penuh variasi, naum masih mudah dimengerti karena lagunya kuat-kuat. 
  • The Messiah terdiri dari 3 bagian seperti musik oratorio Handel yang lain.
  • Oratorio yang lain karangan Handel adalah: Samson (1743), Joseph (1744), Herkules dan Belshazzar (1745), Occasional Oratorio (1746), Judas Maccabaeus (1747), Josua dan Alexander Balus (1748), Susanna dan Solomon (1749), Theodora (1750), The Choice of Hercules (1751 sebagai babak tiga untuk Alexanderfest), Jephtha (1752), The Triumph of Time and Truth (1757).
Karya Handel sangat banyak, sehingga sebuah lembaga di Jerman bernama German Handel Society menghimpunnya pada tahun 1955 dalam 96 Volume sampai saat itu himpunannya dianggap paling lengkap

Pengaruh

Terhadap musik

Dia dianggap sangat berpengaruh bagi banyak komponis yang hidup sesudahnya, termasuk HaydnMozart, dan Beethoven

Terhadap musik Gereja

Karya Handel beraliran rohani Kristen abad pertengahan. Maka Galib menerimanya sebagai komponis gereja sejati.Walaupun pengaruhnya tidak dirasakan langsung pada zaman Handel hidup, karena dia lebih sering bermusik di kalangan bangsawan dan konserto-konserto, namun kita bisa melihat dari beberapa karyanya.Musik Oratorio adalah musik yang didengar di ruang doa, sehingga pastilah musiknya tenang dan bersifat religius karena diambil dari kisah-kisah Alkitab dalamPerjanjian Lama. Salah satu oratorionya berjudul Israel in Egypt(1739) dan Saul (1741) Kemudian karya besarnya tentang Messiah yang berjiwa Kristen. Setidaknya tercatat 30 oratorio yang diciptakannya. Musik oratorio tidak berkembang di Inggris karena larangan Protestan yang menganggap musik itu berbau teater. Bahkan lagu Messiah sempat dilarang dimainkan di dalam gedung gereja. Pelarangan serupa juga datang dari Uskup di London karena tidak senang Gereja Katedral santo paulus dipakai untuk teater.
  • Mesiah adalah oratorio yang paling terkenal yang bertema sentral tentang Yesus Kristus mulai dari kelahirannya, kedatangan Yesus ke dunia, kematian, kebangkitan dan kedatangan Yesus kembali. Messiah sendiri diperdengarkan dengan koor empat suara dan alat musik gesek dan kontinuo. Messiah sendir dibagi dalam 53 bagian yang penuh dengan teknik bermusik.
  • Oratorio Handel menjadi suatu tradisi di Inggris dan dipentaskan terus menerus sampai akhir abad 19.
  • Sukses ini selain berdasarkan mutu musik, juga berhubungan dengan gagasan-gagasan Alkitab seperti keadilankemerdekaan, martabat manusia, dan tetap aktual.

Johann Pachelbel


Johann Pachelbel (lahir di Nürnberg1 September 1653 – meninggal 9 Maret 1706 pada umur 52 tahun) adalah seorangkomponis Barok berkebangsaan Jerman. Ia banyak menghasilkan musik keagamaan maupun sekuler, dan sumbangsihnya terhadap perkembangan choral prelude danfugue menempatkannya sebagai salah satu komponis zaman Barok pertengahan terpenting Karyanya yang paling terkenal adalah Kanon dalam D, satu-satunya kanon yang ia gubah. Selain itu, beberapa karya lainnya yang terkenal adalahChaconne dalam F minorToccata dalam E minor untuk organ, dan Hexachordum Apollinis, sekelompok variasi keyboard.
Johann Pachelbel seorang komponis asal jerman yang lahir pada tahun 1653.
pachelbel adalah kerabat dari keluarga bach yang tak lain dan tak bukan adalah keluarga dari komponis ternama Johann sebastian bach.
Pachelbel kecil belajar musik pertama kali pada instruktur anjuran ayahnya , yakni heinrich schewmmer . Pachelbel tidak hanya jagoan di musik rupanya gan, tapi dia juga pintar di tempat kuliahnya . 

pachelbel menikah dua kali dan dikaruniai tiga putra.
Pachelbel menulis Canon In D pada tahun 1680. dan dia gag pernah membayangkan kalau karya nya itu akan bertahan ratusan tahun dan menjadi favorit banyak orang dan seniman serta musikus dunia.
Canon in D menjadi inspirasi, di aransemen ulang dan di bawakan dalam berbagai macam versi. Sungguh sebuah maha karya yang luar biasa dimana simponi ini tetap indah terdengar walaupun itu dibawakan dalam aransemen rock sekalipun dengan efek distorsi gitar. 

·             Nun komm der Heiden Heiland
*  Ach Gott vom Himmel, sieh darein
*  Fugue in C major for organ
*  Chaconne in F minor for organ
*  Chaconne in D minor for organ
*  Aria Quinta for organ
*  Aria Sexta for organ
*  Toccata in E minor
*  Toccata in F major
*  Canon in D (Pachelbel's Canon)

Frédéric Chopin


Frédéric Chopin (bahasa PolandiaFryderyk [Franciszek] Chopin, kadang-kadang Szopenbahasa PerancisFrédéric [François] Chopin;nama keluarga ejaan Inggris: [ˈʃoʊpæn]ejaan Perancis: [ʃɔpɛ̃];lahir di desa Zelazowa Wola, dekat WarsawaPolandia1 Maret 1810 – meninggal 17 Oktober 1849 pada umur 39 tahun)[1] adalah seorangkomposer dan pemain piano virtuoso dari Polandia.[2][3] Ia dikenal sebagai salah satu musisi Romantik terbesar.
Ayahnya adalah seorang ekspatriat Perancis dan ibu seorang Polandia.

Biografi

Fryderyk Franciszek Chopin lahir di Zelazowa Wola, dekat Warsawa,Polandia tanggal 1 Maret 1810. Ayahnya, Nicolas Chopin adalah orang dari MarainvillePrancis. Sedangkan ibunya, Tekla-Justyna Kryzanowka adalah orang Polandia. Ayahnya seorang Guru Bahasa Perancis di Warschauer Lyzeum, dia juga memainkan alat musik yaitu Biola dan Flute. Sedangkan Ibunya seorang pianis hebat. Chopin mempunyai tiga saudara kandung. Ludwika Marianna Chopin (1807-1855) adalah kakak kandung Chopin yang pertama. Justyna Izabela Chopin (1811-1881) adalah anak ke-3 dari keluarga Chopin. Dan anak bungsunya bernama Emilia Chopin (1812-1827). Untuk menghindari wajib tentara, pada tahun 1787 Nicolas Chopin meninggalkan Prancis dan menetap di Polandia. Chopin lahir tak lama setelah kedua orangtuanya pindah ke Polandia. Chopin memiliki bakat alamiah dalam bermain piano, hal ini terlihat dalam improvisasi-imporivasinya untuk piano. Komposisi pertama yang dia buat adalah Polonaisen g-Minor dan Bes-Mayor. Pada umur delapan, dia tampil di publik memainkan piano konserto milik Gywortez. Chopin mendapat pendidikan musik pertamanya oleh pianis Bohemia Adalbert Żiwny.

Awal karier

Pada tahun 1829, Chopin berangkat ke Berlin dan Wina. Di Wina, ia memainkan dua konser yang dinilai sukses. Dia membuat variasi dari La Ci darem La Mano (Op. 2) milik Mozart. Alter ego Robert Schumann, Eusibius, komponis jerman dan juga editor majalah musik Allgemeine Musikalische Zeitung mengungkapkan bahwa Chopin adalah seorang jenius pada sebuah artikel di majalah tersebut. Chopin berteman baik dengan Liszt dan memberikan pengaruh cukup kuat dalam musik-musik yang digubah Liszt. Mereka berdua menjadi pianis favorit di salon-salon Paris sehingga dia dipanggil sebagai Ariel of The Piano. Pada 17 Maret 1830, Chopin pergi ke Warsawa dan mementaskan dua piano konserto nya yang paling terkenal, Piano Concerto in E Minor (Op. 11) dan Piano Concerto in F Minor (Op. 21). Tadinya, Chopin ingin mebuat program tur yang panjang di Warsawa, tapi karena situasi politik yang panas Chopin menetap di Paris pada tahun 1831. Di sana ia banyak bertemu dengan komponis-komponis ternama seperti Rossini, Cherubini, Paer, Bellini, Meyerbeer, Berlioz, Alkan, Hugo, Heine, dan Liszt. Pada tahun 1834, dia pergi ke Jerman bersama Hiller dan bertemu dengan Mendelssohn dan Clara Wieck dan Robert Schumann. Pada tahun 1837, dia pergi ke London bersama Camille Pleyel.

Pertemuan dengan George Sand

Pada tahun 1836, Chopin bertemu dengan George Sand (nama samaran, nama aslinya adalah Amandine Aurore Lucie Dupin Dudevant) melalui perantaraan Liszt. Mereka menjadi akrab dalam waktu dekat, walau mereka berdua sangat kontras dalam berbagai hal. Sand adalah novelis yang di anggap sangat modern dan memiliki sudut pandang radikal. Sand sering mengkritik berbagai isu-isu sosial dalam masyarakat (contohnya perkawinan), sedangkan Chopin adalah pianis melankolis yang suka bermimpi dalam dunianya sendiri. Chopin juga adalah orang yang sangat dandy, tipikal lelaki yang sangat memperdulikan penampilannya di muka umum. Sand, wanita yang dikenal gemar memakai pakaian pria dan merokok. Bisa dibilang Sand adalah Maskulin dan Chopin-lah feminin-nya. Sebuah surat pribadi milik Sand pada tahun 1838 mengatakan bahwa sangat susah untuk melakukan hubungan suami-istri dengan Chopin. Pada tahun tersebut dia masih tetap virgin.
Pada tahun yang sama pula, Chopin mengidap penyakit tuberkulosisyang akan merenggut jiwanya di kemudian hari. Pada tahun 1838-1839, mereka pergi berlibur bersama ke pulau Majorca di Spanyoluntuk mencari udara segar. Namun pengalaman mereka disana ada suka-dukanya, mereka menetap di biara yang tak dipakai lagi, keadaannya sangat sederhana.
Keinginan Chopin untuk mendapatkan liburan yang romantis jauh dari kenyataan, cuaca di sana buruk dan keadaan Chopin mulai terganggu akibat batuk yang kronis. Pada saat yang sama, Chopin menyelesaikan 24 prelude Op. 28 selama sakit ini, Sand merawat Chopin. Pada tahun1839, Chopin juga bertemu dengan Eugene Delacroix yang melukis dirinya. Pada tahun 1847, dia berpisah dengan Sand. Mereka berdua tinggal di rumah yang berdekatan di Paris. Kondisi Chopin bertambah buruk tanpa perawatan dari Sand. Chopin melakukan konser pianonya yang terakhir di Paris dan London. Majalah La Revue et Gazette Musicale memberi komentar “Bunga terbaik dari aristokrat feminin dalam wujud terindah memenuhi Salle Pleyel” sebelum ia meninggal pada 17 Maret 1849.
Pada saat terakhir, saudara peremupannya datang untuk merawatnya dan menolak membiarkan Sand menengok Chopin sebelum ia meninggal. Anak perempuan Chopin, Solange memegang tangan Chopin sewaktu ia meninggal. Diadakan misa Requiem untuk Chopin diMadelaine dipimpin oleh Habeneck, Pauline Viardot dan Lablache mengisi bagian suara. Tadinya, jenazahnya akan dikuburkan di Pere-Lachaise, di antara makam Cherubini dan Bellini. Namun sebelum ia meninggal ia berpesan agar dimakamkan di Warsawa.

Komposisi-komposisi Chopin

Etudes

Etudes Op. 10 & 25

Masing-masing terdiri dari 12 komposisi yang ditujukan untuk melatih tangan. Para musikolog menilai bahwa etude-etude ini dapat disejajarkan dengan lagu. Terdapat beberapa etude yang diberi judul bukan dari Chopin sendiri, antara lain: Etude in Gb, Op. 10, No. 5 diberi judul 'Black Keys'7 karena melatih kemampuan jari dalam berpindah tangan menggunakan tuts-tuts piano yang hitam. Etude in E Major, Op. 10, No. 3 diberi judul ‘Tristesse’ karena dinilai menggambarkan sebuah kesedihan. Etude in C Minor, Op. 10, No. 12 diberi judul ‘Revolutionary’, menggambarkan harapan Chopin pada waktu Polandia jatuh ke tangan Rusia. Etude in Gb, Op 25, No. 9 diberi judul ‘Butterfly’ karena jika bentuk jari saat memainkan lagu ini berpindah-pindah tempat seperti kupu-kupu. Godowsky, seorang komponis Polandia menggubah suatu etude yang merupakan gabungan dari etude ‘Black Keys’ dan ‘Butterfly’ yang diberi judul ‘Badinage’8.

Mazurka

Terdiri dari Op. 6, 7, 17, 24, 30, 33, 41, 50, 56, 63, 67, 68. Umumnya, masing-masing opus memiliki 3 atau 4 nomor mazurka. Total mazurka Chopin ada 55 buah.

Polonaise

Terdiri dari Op. 3, 22, 26, 40, 44, 53, 61, 71 dan Op. Posthumous. Khusus untuk Op. 22, Polonaise ini didahului oleh sebuah ‘Andante Spianato’ dan memiliki judul Grand Polonaise Brillante karena rentang waktu dan struktur komposisinya dapat diseterakan dengan sebuah piano concerto.

Impromptu

Terdapat 2 impromptu dalam katalog Chopin, Impromptu in Gb, op. 51 dan Impromptu in C# Minor, Op. 66.

Ballade

Terdapat 4 ballade dalam katalog Chopin Ballade in G Minor, Op.23 Di antara semua ballade Chopin, ballade inilah yang paling terkenal. Namun komposisinya sangat kompleks serta memiliki tingkat kesulitan teknik (jari serta pergelangan harus sangat luwes), serta interpretasi yang baik agar dapat menampilkan karya ini dengan baik

Ballade in F, Op. 38

Ballade in Ab Op. 47

Ballade Chopin yang paling riang iramanya dan satu-satunya ballade yang diakhiri dalam tangga nada Major. Tema awal dalam lagu ini hanya dipakai sebagai pembuka dan penutup lagu. Tema yang sering digunakan adalah yang kedua. Tapi saat memasuki coda, kedua tema tersebut dicampur dan dikembangkan hingga akhir lagu.

Ballade in F Minor, Op. 52.

Ballade Chopin yang ke 4 adalah Ballade yang paling menggambarkan kesedihan dari Ballade Chopin yang lainnya. Modulasi yang sangat baik dari 1 scale ke yang lainnya, nada yang sangat melankolik yang menggambarkan suatu kesedihan dan akhirnya menjadi marah di penutup lagu ini. Ballade ini adalah Ballade yang terakhir.

Sonata

Terdapat 4 sonata dalam katalog Chopin,

Sonata Op. 4 No. 1 in C minor,

Sonata pertama in dibuat Chopin agar dia dapat benar-benar mengerti bentuk sonata. Tetapi ia tidak pernah memainkannya hingga dia dewasa.

Sonata in Bb minor, Op. 35 No. 2

Sonata in B Minor, Op. 58

Sonata in G Minor, Op. 65

Concerto

Terdapat 2 piano konserto yang ditemukan dalam katalog Chopin, Piano Concerto in E Minor, Op. 11 dan Piano Concerto in F Minor, Op. 21.

Scherzo

Terdapat 4 scherzo dalam katalog Chopin,

Scherzo in B Minor, Op. 20

Scherzo in Bb Minor, Op. 31

Ini adalah Scherzo Chopin yang paling terkenal dan yang paling jenaka. Lagu ini dimulai dengan tangga nada B-flat minor yang jenaka dan berubah menjadi D-flat Major dengan cepat. Bentuk Scherzo ini mengikuti Scherzo no 1 A-B-A. Setelah tema awal selesai, dimulai tema kedua dalam A Major yang masuk tanpa persiapan. Lalu diikuti dengan tema berikutnya di tangga nada C-sharp minor. Tema ini yang dipakai dalam klimaks hingga kembali ke tema awal (B-flat minor). Coda dalam karya ini sangat Virtuostik yang penuh jenaka.

Schezo in C# Minor, Op. 39

Schezo in E, Op. 54

Nocturne

Terdapat 21 Nocturne yang terdapat pada Op. 9, 15, 27, 32, 37, 48, 55, 62, 72 dan Op. Posthumous.

Prelude

Terdapat 26 Prelude yang terdapat pada Op. 28, Op, 44 dan Op. 45. Op. 28 terdiri dari 24 prelude yang terdiri dari semua nada dasar. McNeill berpendapat bahwa prelude-prelude ini kemungkinan besar adalah respon Chopin terhadap Das Wohl Temperierte Klavier-nya Bach. Prelude-prelude Op. 28 adalah karya-karya pendek namun memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi.

Waltz

Terdapat 18 Waltz yang terdapat pada Op. 18, 34, 42, 64, 69, 70, dan Op. Posthumous. Ada dua Grand Valse dalam katalog Chopin, Op. 18 dan Op. 42.

Fantasia Terdapat 2 Fantasia yaitu Grand Fantasia, Op. 13, dan Fantasia in F Minor, Op. 49

Variations on La ci darem La mano, Op. 2

Krakowiak, Op. 14

Allegro de Concert, Op. 46

Berceuse14 in Db, Op. 57

Barcarolle15 in F#, Op. 60

Rondo (Dua Piano), Op. Posthumous

Variations sur un Air national allemande in E, Op. Posthumous

Chansons lithuanienne, Op. Posthumous

Fugue in A Minor (1842), Op. Posthumous

Largo in Eb, Op. Posthumous

Meine Freunde, Op. Posthumous

19 Polish Songs for Voice and Piano, Op. Posthumous

Peran Chopin pada masa Romantik

Musik-musik Chopin, seperti yang disebutkan, sebagian besarnya ditujukan untuk Piano. Chopin pada semasa hidupnya dikenal sebagai seorang pianis virtuoso. Menurut penulis[rujukan?], musik Chopin memiliki bentuk dan warna nada yang orisinal, Chopin memadukan musik rakyat dan irama Polandia ke dalam komposisi-komposisi miliknya. Contohnya adalah Grand Polonaise Brillante, Op. 22. Melodi dari lagu ini menggambarkan kebanggaan Chopin sebagai seorang Polandia. Chopin juga dinilai sangat luar biasa dalam membuat komposisi.
Gaya komposisi Chopin juga merupakan gebrakan besar dalam dunia musik. Jika karya komponis-komponis Romantik sebagian besarnya masih mengikuti aturan dalam gaya Klasik yang mengharuskan timingantara tangan kanan dan kiri sejajar (Contoh: Schubert, Liszt, Brahms), Chopin malah tidak memperdulikan aturan itu. Dia bebas menggunakan berbagai bentuk tempo dan banyaknya grace note dalam komposisi-komposisi Chopin. Banyak dari lagu Chopin sering memakai figurasi apreggio dan broken chord yang kompleks. Contoh yang bisa diambil adalah Barcarolle, Op. 60 dan Ballade, Op. 23.
Banyak karya-karya milik Chopin yang mempengaruhi komponis lain, khususnya Liszt yang juga seorang pianis virtuoso. Untuk menghormati Chopin, negara Polandia mengadakan lomba piano internasional di Warsawa setiap lima tahun. Semua lagu yang dimainkan di kompetisi ini adalah karya-karya Chopin. Pada tahun 2005 diadakan kompetisi yang ke-14.